

Seiring dengan menipisnya endapan batubara yang dapat diokploitasi dengan tambang terbuka oleh perusahaan tambang batubara di indonesia, maka perlu dipikirkan penambangan batubara dengan menggunakan metode tambang bawah tanah, dimana kandungan batubara masih potensial baik secara kuantitas maupun kualitas.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas pemerintah Indonesia bekerjasama deengan Pemerintah Jepang melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajement production advance sejak tanggal 01 Juni s/d 17 2009 di Pulau Ikeshima, Nagasaki Pref Jepang. Diklat ini diikuti oeh 4 orang peserta dari Indonesia. Salah satunya adalah Ir. HB. Syarbinie ( Ketua Jurusan Teknik Pertambangan FTM-ISTP).
Selama mengikuti diklat tersebut, peserta ditempatkan di sekitar lokasi pertambangan batubara bawah laut yang berada di Pulau Ikeshima dan dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pernah digunakan untuk menggali batubara bawah laut. Penambangan batubara berada di kedalaman 800 meter dibawah laut. Penggalian batubara menggunakan peralatan mekanis berupa Drum Cutter dan Road Header. Untuk peralatan angkutan batubara ke permukaan digunakan Belt Conveyor. Batubara selanjutnya dialirkan ke Washing Plant untuk mendapatkan batubara yang bersih dan sesuai ukuran yang diinginkan sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Materi pelajaran yang diperoleh antara lain Sistem Ventilasi, Teknik Penggalian dan Perawatan Lorong, Perencanaan Produksi, Managemen Produksi, Managemen Pendanaan dan Tenaga Kerja, Managemen Pencegahan Debu dan Gas Tambang dan Managemen Pengawasan Tambang.
Peserta diklat diberikan kuliah oleh Prof. Inoue sebagai Perancang Program Kazemaru ( Ventilasi Tambang ) di Kyushu University dan kunjungan ke instansi pemerintah setempat yaitu Inspektorat Keselamatan Industri Kyushu.
Peserta diklat mendapat kesempatan mengunjungi Pabrik pembuatan sparepart untuk peralatan Pemboran ( YBM ) , Pameran Produk Elektronik Toshiba, Wisata Budaya, Museum Tambang Batubara Takashima dan Museum Mitsubishi.
Peserta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan kesempatan untuk mengikuti diklat ini. Semoga Ilmu pengetahuan dan Teknologi yang diperoleh selama mengikuti diklat ini dapat berguna di masa mendatang.Seiring dengan menipisnya endapan batubara yang dapat diokploitasi dengan tambang terbuka oleh perusahaan tambang batubara di indonesia, maka perlu dipikirkan penambangan batubara dengan menggunakan metode tambang bawah tanah, dimana kandungan batubara masih potensial baik secara kuantitas maupun kualitas.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas pemerintah Indonesia bekerjasama deengan Pemerintah Jepang melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajement production advance sejak tanggal 01 Juni s/d 17 2009 di Pulau Ikeshima, Nagasaki Pref Jepang. Diklat ini diikuti oeh 4 orang peserta dari Indonesia. Salah satunya adalah Ir. HB. Syarbinie ( Ketua Jurusan Teknik Pertambangan FTM-ISTP).
Selama mengikuti diklat tersebut, peserta ditempatkan di sekitar lokasi pertambangan batubara bawah laut yang berada di Pulau Ikeshima dan dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pernah digunakan untuk menggali batubara bawah laut. Penambangan batubara berada di kedalaman 800 meter dibawah laut. Penggalian batubara menggunakan peralatan mekanis berupa Drum Cutter dan Road Header. Untuk peralatan angkutan batubara ke permukaan digunakan Belt Conveyor.
Batubara selanjutnya dialirkan ke Washing Plant untuk mendapatkan batubara yang bersih dan sesuai ukuran yang diinginkan sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Materi pelajaran yang diperoleh antara lain Sistem Ventilasi, Teknik Penggalian dan Perawatan Lorong, Perencanaan Produksi, Managemen Produksi, Managemen Pendanaan dan Tenaga Kerja, Managemen Pencegahan Debu dan Gas Tambang dan Managemen Pengawasan Tambang.
Peserta diklat diberikan kuliah oleh Prof. Inoue sebagai Perancang Program Kazemaru ( Ventilasi Tambang ) di Kyushu University dan kunjungan ke instansi pemerintah setempat yaitu Inspektorat Keselamatan Industri Kyushu.
Peserta diklat mendapat kesempatan mengunjungi Pabrik pembuatan sparepart untuk peralatan Pemboran ( YBM ) , Pameran Produk Elektronik Toshiba, Wisata Budaya, Museum Tambang Batubara Takashima dan Museum Mitsubishi.
Peserta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan kesempatan untuk mengikuti diklat ini. Semoga Ilmu pengetahuan dan Teknologi yang diperoleh selama mengikuti diklat ini dapat berguna di masa mendatang.